Download Materi Kuliah Keperawatan - Gratis

RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Berlangganan Artikel via E-Mail:
 

PENGERTIAN MA’RIFATULLAH & CIRI-CIRI MARIFATULLOH

Posted By Revolusi Pendidikan On 00.35 Under
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.

CIRI-CIRI DALAM MA’RIFATULLAH
Seseorang dianggap ma’rifatullah (mengenal Allah) jika ia telah mengenali
1. asma’ (nama) Allah
2. sifat Allah dan
3. af’al (perbuatan) Allah, yang terlihat dalam ciptaan dan tersebar dalam kehidupan alam ini.

Kemudian dengan bekal pengetahuan itu, ia menunjukkan :
1. sikap shidq (benar) dalam ber -mu’amalah (bekerja) dengan Allah,
2. ikhlas dalam niatan dan tujuan hidup yakni hanya karena Allah,
3. pembersihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan kotoran-kotoran jiwa yang membuatnya bertentangan dengan kehendak Allah SWT
4. sabar/menerima pemberlakuan hukum/aturan Allah atas dirinya
5. berda’wah/ mengajak orang lain mengikuti kebenaran agamanya
6. membersihkan da’wahnya itu dari pengaruh perasaan, logika dan subyektifitas siapapun. Ia hanya menyerukan ajaran agama seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.

Figur teladan dalam ma’rifatullah ini adalah Rasulullah SAW. Dialah orang yang paling utama dalam mengenali Allah SWT. Sabda Nabi : “Sayalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling takut kepada-Nya”. HR Al Bukahriy dan Muslim. Hadits ini Nabi ucapkan sebagai jawaban dari pernyataan tiga orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan keinginan dan perasaannya sendiri.
Tingkatan berikutnya, setelah Nabi adalah ulama amilun ( ulama yang mengamalkan ilmunya). Firman Allah : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” QS. 35:28
Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat, pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid, pelayan masyarkat, dermawan, dst. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya.
Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati), dari buruk hati menjadi nasehat”

URGENSI MA’RIFATULLAH
a. Ma’rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. Karena ma’rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Ketiadaan ma’rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas, bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). QS.47:12
b. Ma’rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar.
Sabda Nabi : Amat mengherankan urusan seorang mukmin itu, dan tidak terdapat pada siapapun selain mukmin, jika ditimpa musibah ia bersabar, dan jika diberi karunia ia bersyukur” (HR.Muslim)
Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah, tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya.
c. Dari Ma’rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul, untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah. Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah.
d. Dari Ma’rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi, seperti Malaikat, jin dan ruh.
e. Dari Ma’rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya, dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan akherat.

SARANA MA’RIFATULLAH
Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah adalah :
a. Akal sehat
Akal sehat yang merenungkan ciptaan Allah. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan pengaruh perenungan makhluk (ciptaan) terhadap pengenalan al Khaliq (pencipta) seperti firman Allah : Katakanlah “ Perhatikanlah apa yang ada di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. QS 10:101, atau QS 3: 190-191
Sabda Nabi : “Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu” HR. Abu Nu’aim

b. Para Rasul
Para Rasul yang membawa kitab-kitab yang berisi penjelasan sejelas-jelasnya tentang ma’rifatullah dan konsekuensi-konsekuensinya. Mereka inilah yang diakui sebagai orang yang paling mengenali Allah. Firman Allah :
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan..” QS. 57:25

c. Asma dan Sifat Allah
Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada makhluk-Nya. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah. Firman Allah :
“Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asma’ al husna (nama-nama yang terbaik) QS. 17:110
Asma’ al husna inilah yang Allah perintahkan pada kita untuk menggunakannya dalam berdoa. Firman Allah :
“ Hanya milik Allah asma al husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma al husna itu…” QS. 7:180

Inilah sarana efektif yang Allah ajarkan kepada umat manusia untuk mengenali Allah SWT (ma’rifatullah). Dan ma’rifatullah ini tidak akan realistis sebelum seseorang mampu menegakkan tiga tingkatan tauhid, yaitu : tauhid rububiyyah, tauhid asma dan sifat. Kedua tauhid ini sering disebut dengan tauhid al ma’rifah wa al itsbat ( mengenal dan menetapkan) kemudian tauhid yang ketiga yaitu tauhid uluhiyyah yang merupakan tauhid thalab (perintah) yang harus dilakukan.
Wallahu a’lam (diambil dari kumpulan artikel motivasi)


Septi Aniz
26 Oktober 2013 21.23

Terimakasih ilmunya. Boleh saya ambil buat bahan makalah saya? :)

mau bertanya
8 April 2014 00.17

Saya mau bertanya "bumi Dan langit diciptakan Oleh Allah. Dari apa?

Agus Salim
14 Januari 2015 19.44

Mengenal Allah tidak cukup dengan asma, sifat dan af al nya saja ttp kita juga harus mengenal wujudnya. Mengenal Allah harus dengan Allah itu sendiri..

Muhamad Habibi
20 Juni 2015 22.04

Apakah anda tau dimana allah berada skrg ? Lalu bagaimana rasa allah dan bagaimana wujud allah ?

Muhamad Habibi
20 Juni 2015 22.04

Apakah anda tau dimana allah berada skrg ? Lalu bagaimana rasa allah dan bagaimana wujud allah ?

maspekok
19 Juli 2015 08.28

Allah lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu itu kata Allah silahkan anda merenung dan berdoa kepada Allah semoga Allah memberi jawaban di mana Allah berada sekarang

MD Ruhanda
5 September 2015 00.32

Lalu bagaimana kita bisa kembali kepadaAllah, kalau di dunia ini kita tidak mengenal Nya. Mohon baca QS al waqi'ah ayat 83 dst...

Mamank m
12 September 2015 16.50

Org yg buta mgkin dapat melihat & merasakan keberadaan allah ,sedangkan org yg tdak buta mgkin tdak dpat mlihat & merasakan keberadaan allah .

Unknown
18 September 2015 23.12

Apa sih yang dimaksud buta itu?

Bina Rakyat
13 November 2015 21.50

Buta hatinya

Bina Rakyat
13 November 2015 21.52

Yg paling berbahaya

Unknown
27 November 2015 23.21

wa fi anfusikum afala tubsirun.. "dan apa yang ada didalam dirimu mengapa kamu tidak melihatnya." Allah tidak jauh dari kita, belajar mengenal diri dulu, maka kita akan mengenaal Allah. man arafa nafsahu, faqad arafa robbahu.

Zain Aufia
30 Desember 2015 08.19

Perbaiki dulu dirimu sebelum kamu mengajarkan pada orang lain... Sesungguhnya Allah selalu ada pada diri orang yang berbuat kebaikan namun syaitan tidak akan pernah pergi dari diri manusia sebelum manusia itu mampu melawannya yaitu hawa nafsunya.. Kita lahir dalam keadaan suci maka kembali juga dengan keadaan suci.. Allah ada dalam dirimu maka peliharalah dirimu dengan jalan yang benar.. Selalu ingatlah Allah disetiap waktu.. Berzikirlah kepadanya seperti alam semesta yang tidak pernah berhenti berzikir.. Maka kamu akan selamat dari segala bahaya.. Selalu percaya dan yakin padaNya..

Fendy Zau
9 Februari 2016 11.50

subhanaallah Allah akbar

achmad nurfajri
14 Februari 2016 04.05

Apa yang dimaksud cahaya dalam marifatuloh ?
Saya pernah mendengarnya, boleh dijelaskan ?

achmad nurfajri
14 Februari 2016 04.06

Apa yang dimaksud cahaya dalam marifatuloh ?
Saya pernah mendengarnya, boleh dijelaskan ?

Unknown
28 April 2016 22.58

Apakah allah itu terasa/teraba/terlihat/dan apakah ia punya tempat ?
Katanya allah itu tidak sama dengan ciptaanya!

Gilbert Spy
9 Juli 2016 02.30

Teruslah berdzikir kpd allah dimanapun anda berada sehingga anda mengenal siapa sebenarnya diri anda dan anda akan mengenal siapa allah. Semua pertanyaan diatas akan anda temukan jawabannya kalau anda telah mengenal allah

Hamba Allah
16 Juli 2016 21.02

Terimakasih banyak kerna Allah,mudah mudahan kita semua bisa merasakanya,amin ya rabbal alamin...Allahuakbar.

Nisa Afgani Akmal
29 Oktober 2016 19.46

Terimakasih,sangat membantu menyelesaikan tugas

Kamarudin Rudin
6 November 2016 06.36

Masukkan komentar Anda...terikasih atas jawaban nya

Poskan Komentar

Iklan Anda

ALT/TEXT GAMBAR