Download Materi Kuliah Keperawatan - Gratis

RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Berlangganan Artikel via E-Mail:
 

Psikologi perkembangan remaja menurut Sarwono

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:26 PM 0 comments
Menurut Sarwono dalam bukunya psikologi perkembangan remaja dapat digolongkan menjadi:
1) Masa Pra Pubertas (usia 12-13 tahun)
Peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas cirinya:
a) Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
b) Anak mulai bersikap kritis
2) Masa Pubertas (usia 14-16 tahun)
Merupakan masa awal, cirinya:
a) Mulai cemar dan bingung tentang perubahan
fisiknya
b) Memperhatikan penampilan
c) Sikapnya tidak menentu/ plin plan
d) Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
3) Masa Akhir Pubertas (usia 17-18 tahun)
Peralihan dari masa pubertas ke masa adolensen, cirinya:
a) Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.
b) Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria.
4) Periode Remaja Adolesen (usia 19-21 tahun)
Merupakan masa akhir remaja, beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
a) Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
b) Mulai menyadari akan realitas
c) Sikapnya mulai jelas tentang hidup
d) Mulai nampak dan minatnya

Aktifitas seksual dalam kehamilan

Posted By Revolusi Pendidikan On 8:22 PM 0 comments
Sejak zaman dahulu hingga paruh pertama abad ini coitus pada kehamilan, terutama pada trimester terakhir dilarang dalam berbagai komunitas sosial. Risiko yang ditakutkan termasuk infeksi dan persalinan prematur. Penelitian mengenai hal ini selama 40 tahun terakhir tenyata membuahkan hasil-hasil yang saling bertentangan. Beberapa peneliti berpendapat bahwa coitus pada masa kehamilan bisa menyebabkan KPD, persalinan prematur dan chorioamnionitis. Sementara peneliiti lain tidak menemukan hubungan antara coitus selama kehamilan dengan komplikasi yang terjadi (Klebanoff, 1993).
Penelitian untuk mengetahui efek coitus pada kehamilan lanjut, pertama kali dilakukan oleh Pugh dan Fernandez (1953) dengan subyek 200 wanita hamil, dan mereka menyimpulkan bahwa coitus tidak menyebabkan suatu komplikasi apapun terhadap kehamilan. Dengan demikian tidak dianjurkan untuk menghindari coitus pada saat hamil bahwa coitus selama kehamilan tidak meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur, KPD, perdarahan ataupun infeksi (Rynerson BC, 1993).
Peneliti lain mempertimbangkan adanya faktor cairan seminal dan stimulasi pada mammae sebagai salah satu yang menginduksi persalinan prematur. Sebagaimana diketahui cairan seminal kaya dengan prostaglandin dan enzim yang potensial menyebabkan inisiasi persalinan. Sementara stimulasi pada mammae akan menyebabkan diproduksinya oksitosin sehingga juga akan merangsang terjadinya kontraksi uterus. (Klebanoff, 1993).
Belum terbuktinya coitus sebagai faktor risiko terjadinya persalinan prematur menyebkan rekomendasi yang berbeda-beda pula. Sebagian praktisioner kebidanan menyatakan tidak ada alasan untuk membatasi kegiatan seksual selama kehamilan (Thrope, 1992). Sementara sebagian yang lain menyarankan pembatasan hubungan seksual pada 4 minggu terakhir kehamilan dan kapan saja bila terdapat indikasi ancaman abortus atau persalinan prematur (Cunningham, 1997). Menurut penelitian Palakathodi dkk (2000) di Denmark frekuensi koitus yang sering tanpa pemakaian kondom berpengaruh terhadap kolonisasi Streptokokus Grup B. Pada ibu hamil dengan frekuensi koitus yang sering (≥7x/4 minggu) tanpa kondom didapatkan prevalensi beberapa mikroorganisma vagina yang lebih tinggi, termasuk kolonisasi Streptokokus Grup B dibandingkan dengan ibu hamil yang jarang melakukan koitus (frekuensi < 3x/4 minggu) (Irianti, 2002).

Definisi/Pengertian Kehamilan Kembar

Posted By Revolusi Pendidikan On 8:19 PM 0 comments
Kehamilan kembar ialah suatu kehamilan dua janin (kembar), 3 triplet dan seterusnya. Kehamilan ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Dilaporkan dari 121 juta persalinan didapatkan sebagai berikut: kembar l: 85, triplet I : 7,6 (Sastrawinata, 1984).

Kehamilan kembar seringkali menimbulkan komplikasi kehamilan seperti hidramnion, eklampsia, preeklampsia, anemia sehingga menyebabkan over distensi uterus (Reeder, 1996). Sebanyak 10% pasien dengan partus prematur ialah kehamilan kembar dan secara umum kehamilan kembar mempunyai panjang usia gestasi lebih pendek (Wiknjosastro, 1994).





Kerugian dalam pemakaian kontrasepsi jangka panjang

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:58 PM 0 comments
a. Akseptor harus memiliki izin dan persetujuan dari suami atau istri tanpa ada paksaan dari orang lain
b. Dalam pemakaian kontrasepsi jangka panjang ini memerlukan waktu yang banyak saat pemasangannya
c. Setelah melakukan pemasangan alat kontrasepsi KB jangka panjang seperti AKDR/IUD, implant, MOW/MOP terkadang bisa meninggalkan bekas luka.
3. Persyaratan pemakain kontrasepsi jangka panjang
Adapun persyaratan yang harus diperhatikan oleh pasangan usia subur untuk pemakaian kontrasepsi jangka panjang ini untuk meminimalkan efek samping, yaitu klien menginginkan pemakaian kontrasepsi jangka panjang, klien telah mempunyai cukup anak sesuai harapan, dan klien belum siap untuk hamil.


Sumber : buku kebidanan

Keuntungan memakai alat kontrasepsi jangka panjang

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:58 PM 0 comments
Alat kontrasepsi sebaiknya mengetahui keuntungan dan kerugian yang mungkin akan terjadi. Dengan demikian, efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi ini dapat diminimallisirkan. Menurut Prawirohardjo (2005) pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang seperti AKDR/IUD, Implant, MOW dan MOP memiliki banyak keuntungan, yakni:
a. Memiliki efektivitas yang tinggi, dari 1000 kehamilan hanya ditemukan 6 akibat dari kegagalan pemakaian metode KB jangka panjang.
b. Sangat efektif karena tingkat kegagalan dalam penggunaannya sangat kecil.
c. Tidak akan mengganggu dalam melakukan hubungan seksual.
d. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI karena tidak bersifat hormonal.
e. Lebih aman karena keluhan/efek samping dalam pemakaian kontrasepsi jangka panjang ini lebih sedikit.


Konsep Dasar Pengetahuan

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:05 PM 0 comments
a. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah suatu hasil yang diperoleh seseorang setelah melakukan penginderaan berupa melihat, mendengar, mencium, merasa dan meraba terhadap suatu objek tertentu sehingga orang tersebut menjadi tahu (Notoatmodjo, 2003).
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang di ketahui atau di sadari oleh oleh seseorang (kamus bahasa indonesia,1999).
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Prilaku yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif, akan bersifat langgeng. Sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran tidak akan berlangsung lama. (Rogers, 1974). (Notoatmodjo,2003) menyebutkan bahwa sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru akan terjadi suatu proses dalam diri orang tersebut yaitu :
1) Awarenees (kesadaran) : yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu.
2) Interest (tertarik) : yakni orang mulai tertarik kepada stimulus
3) Evaluation (mempertimbangkan) : yakni baik atau tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap seseorang sudah lebih baik.
4) Trial (mencoba) : yakni orang telah mencoba perilaku baru.
5) Adoption (mengadaptasi) : yakni orang tersebut telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.
b. Tingkatan Pengetahuan
Notoatmodjo (2003) mengatakan dalam bukunya, pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
1) Tahu
Pada tingkat ini seseorang mampu mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk hal-hal yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari.
2) Memahami
Pada tingkat ini seseorang mampu menjelaskan tentang objek yang diketahuinya dan dapat menginterpretasikan dengan benar.
3) Aplikasi
Pada tingkat ini seseorang mampu menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi nyata.
4) Analisa
Pada tingkat ini seseorang mampu menjabarkan materi suatu objek kedalam komponen-komponen yang saling berkaitan dalam suatu struktur organisasi.
5) Sintesis
Pada tingkat ini seseorang mampu menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada.


6) Evaluasi
Pada tingkat ini seseorang mampu melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat pengetahuan (Notoatmodjo, 2003).
c. Karakteristik individu yang kurang pengetahuan antara lain:
1) Mengungkapkan informasi yang tidak adequat
Informasi tidak di sampaikan lengkap sehingga maksudnya jadi biasa.
2) Adanya salah pengertian atau salah persepsi. Karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup biasanya terjadi makna yang di sampaikan menjadi salah.
3) Menanyakan kembali informasi yang telah di berikan, kemampuan menerima informasi lambat sehingga pertanyaan di ulang – ulang.
4) Tidak terampil dalam mendemonstrasikan sesuatu karena pengetahuan yang di terima tidak cukup biasanya kurang, mampu dalam mempergunakan sesuatu.
d. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain:
1) Intelegensi
Intelegensi adalah keseluruhan kemampuan individu berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif, intelegensi mengandung unsur pengetahuan atau rasio, yang banyak di gunakan dalam suatu tindakan atau prilaku makin beintelegasi perilaku tersebut.
2) Emosi
Emosi atau perasaan yang timbul di sertai pekerjaan inttlect dapat memperkuat dorongan pengetahuan individu. Contohnya seperti individu mampu memahami atau tidak memahami suatu pekerjaan.
3) Kepercayaan
Kepercayaan merupakan dasar pengetahuan seseorang mengenai apa yang di harapkan dari objek tertentu. Kepercayaan datang dari apa yang telah di ketahui kemudian akan terbentuk suatu ide atau gagasan mengenai sifat atau karakteristik suatu objek.
4) Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi adalah suatu yang dijalani, dirasakan dan ditanggung. Pengalaman pribadi dapat membentuk pengetahuan seseorang, pengalaman pribadi yang di generalisasikan akan membentuk streotif dan penghayatan seseorang.
5) Belajar
Belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan setiap kegiatan belajar diharapkan akan ada perubahan pada diri individu, seperti tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti (Sunaryo, 2004).
6) Media Massa
Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media masa seperti televisi, radio, surat kabar dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut.

Berita Acara Penandatanganan MOU/Perjanjian Kerjasama

Posted By Revolusi Pendidikan On 8:39 PM 0 comments
BERITA ACARA
PENANDATANGAN PERJANJIAN KERJASAMA
ANTARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA IMPIAN
DENGAN
STIKES KESEHATAN BANDUNG



Bismillahirrahmaanirrahim
Pada hari ini ……………...... tanggal …………….. tahun .………... bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Impian, telah dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Rumah Sakit Umum Daerah Kota Impian dengan STIKES KESEHATAN BANDUNG, bukti penandatanganan adalah piagam kerjasama yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya.

Bandung, …………………….2010
Direktur RSUD Direktur Stikes




dr. H.Arman Bajuri, Sp.PK Nining Wijaya,M.Kep
NIP : NIK :



Saksi-Saksi :
1………………………..(……………………)
2.………………………..(……………………)
3.………………………..(……………………)
4.………………………..(……………………)

Pengertian Tarif Penerbangan

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:28 PM 1 comments
Yang dimaksud dengan tarif atau fare adalah harga tiket pesawat udara yang harus dibayar oleh penumpang untuk suatu route penerbangan. Harga tersebut biasanya dicantumkan pada tiket yang diterbitkan, termasuk biaya dan segala persyaratan yang mengikatnya. Jimlah uang yang tertera pada tiket penerbangan terdiri dari beberapa komponen biaya yang harus dibayar oleh penumpang.
Tarif penerbangan tersebut bukan tarif yang ditetapkan dan berlaku bagi masing-masing perusahaan penerbangan, tetapi tariff yang ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku untuk seluruh perusahaan penerbangan domestik.
Penetapan tariff oleh pemerintah dan berlaku untuk seluruh perusahaan penerbangan bertujuan agar tidak terjadi persaingan haraga antar perusahaan penerbangan. Untuk menarik perhatian dan merebut konsumen, perusahaan penerbangan dapat memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada konsumen.
Agar tarif yang berlaku diketahui oleh masyarakat luas, maka daftar tarif di publikasikan melalui sistem computer, penerbitan brosur-brosur, leaflet atau tarif- folder lainnya.
Pada dasarnya tarif yang berlaku untuk penerbangan dalam negeri atau domestik menggunakan prinsip perhitungan tarif dari kota ke kota lainnya (some local).
Sumber : Modul Kuliah

Kontra Indikasi Vaksin Polio

Posted By Revolusi Pendidikan On 1:45 AM 0 comments
from catatan kuliah :
Kontra Indikasi Vaksin Polio
1. Diare berat
2. Gangguan kekebalan (karena obat imunosupresan, kemoterapi, kortikosteroid)
3. Kehamilan.
4. Jika anak sedang menderita penyakit ringan atau berat, sebaiknya pelaksanaan imunisasi ditunda sampai mereka benar-benar pulih





DAFTAR GANGGUAN PERNAPASAN PADA MANUSIA

Posted By Revolusi Pendidikan On 12:15 AM 0 comments
NO NAMA PENYAKIT PENYEBAB URAIAN
1. Influenza (flu), Penyebab :virus influenza Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.

2. Asma atau sesak napas alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.

3. Tuberkulosis (TBC) bakteri mycobacterium tuberculosis Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.

4. Rinitis, virus Rinitis, juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.

5. Faringitis , bakteri Streptococcus, Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.

6. Laringitis infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.
Radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara

7. Bronkitis infeksi Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.

8. Sinusitis radang pada sinus Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.

9. Asfikasi tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen

10. Asidosis kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu
11. Difteri kuman difteri. penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir
12. Emfisema penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
13. Pneumonia virus atau bakteri penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
14. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh) disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel
15. Kanker paru-paru aktivitas yang sering merokok mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.

Efek dari anggota public, protected dan private dalam pewarisan

Posted By Revolusi Pendidikan On 5:58 PM 0 comments
1. Apa yang dimaksud dengan pewarisan ?
2. Apa efek dari anggota public, protected dan private dalam pewarisan ?
3. Dapatkan konstruktor dan destructor dibuat dalam pewarisan ?

Jawab :

1. Pewarisan adalah kemampuan suatu objek atau kelas untuk mewariskan sifat-sifat yang terdapat di dalamnya ke kelas atau objek turunannya.
2. Efek public, private, dan protected dalam pewarisan :
Apabila kelas diturnkan sebagai public dari kelas induknya, maka :
- Bagian public yang terdapat pada kelas induk tetap akan menjadi bagian public pada kelas turunannya.
- Bagian protected yang terdapat pada kelas induk tetap akan menjadi bagian protected pada kelas turunannya.
- Bagian private yang terdapat pada kelas induk, tetap tidak akan dapat diakses oleh kelas turunannya.
Apabila kelas diturunkan sebagai private dari kelas induknya, maka :
- Bagian public yang terdapat pada kelas induk akan menjadi bagian private pada kelas turunannya.
- Bagian protected yang terdapat pada kelas induk akan menjadi bagian private pada kelas turunannya.
- Bagian private yang terdapat pada kelas induk, tetap tidak akan dapat diakses oleh kelas turunannya.
3. Dapat, hanya saja pada konstruktor harus disebutkan semua kelas induknya.

Tugas Kuliah OOP : Object Sebagai Parameter

Posted By Revolusi Pendidikan On 5:52 PM 0 comments
1. Apa yang dimaksud dengan object sebagai parameter?
2. Dapatkah anggota data bersifat statis?

Jawab :
1.Maksudnya adalah Objeck yang akan dilewatkan secara standar yaitu dengan menggunakan metode pass by value (dikirimkan berdasarkan nilai). Hal ini sebenarnya bertujuan untuk mengakses suatu data (yang bersefat public) di dalam sebuah kelas dimana pemrosesannya dilakukandidalam fungsi luar (bukan member function).
2.Dapat, yaitu dengan cara menambahkan keyword static di depan pendeklarasiannya.

Proses Padding

Posted By Revolusi Pendidikan On 5:47 PM 0 comments
Proses padding adalah proses penambahan byte-byte dummy berupa karakter NULL pada byte-byte sisa yang masih kosong pada blok terakhir plaintext, sehingga ukurannya menjadi sama dengan ukuran blok penyandian. Byte terakhir kemudian diisi dengan suatu informasi mengenai ukuran file pada blok terkahir.
Ukuran arsip yang akan disandikan sebagian besar tidak merupakan kelipatan ukuran blok penyandian. Hal ini menhakibatkan blok terkahir mungkin akan memiliki ukuran yang lebih kecil dari blok penyandian. Karena pada Block Cipher mengharuskan blok yang akan disandikan memiliki panjang yang tetap maka pada blok terakhir tersebut harus ditambahkan byte-byte tertentu sehingga ukurannya menjadi sama dengan ukuran blok penyandian.

Algoritma Kriptografi

Posted By Revolusi Pendidikan On 5:44 PM 0 comments
Berdasarkan kunci yang dipakai, algoritma kriptografi dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu :
a. Symmetric Algorithms
Algoritma kriptografi simeteris atau disebut juga algoritma kriptografi konvensioanl adalah algoritma yang menggunakan kunci untuk proses enkripsi sama dengan kunci untuk proses dekripsi.
Algoritma kriptografi simeteris dibagi menajdi 2 kategori yaitu algoritma aliran (Stream Ciphers) dan algoritma blok (Block Ciphers). Pada algoritma aliran, proses penyandiannya berorientasi pada satu bit atau satu byte data. Sedang pada algoritma blok, proses penyandiannya berorientasi pada sekumpulan bit atau byte data (per blok). Contoh algoritma kunci simetris yang terkenal adalah DES (Data Encryption Standard).

b. Asymmetric Algorithms
Algoritma kriptografi nirsimetris adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsinya. Algoritma ini disebut juga algoritma kunci umum (public key algorithm) karena kunci untuk enkripsi dibuat umum (public key) atau dapat diketahui oleh setiap orang, tapi kunci untuk dekripsi hanya diketahui oleh orang yang berwenang mengetahui data yang disandikan atau sering disebut kunci pribadi (private key). Contoh algoritma terkenal yang menggunakan kunci asimetris adalah RSA dan ECC.

GUNA MAKANAN BAGI TUBUH & AKIBAT KURANG MAKANAN BERGIZI

Posted By Revolusi Pendidikan On 6:26 PM 1 comments
GUNA MAKANAN BAGI TUBUH
a. Sumber Zat Tenaga
- Tenaga untuk bergerak dan beraktivitas.
Contoh: belajar, berfikir, bermain.
b. Sumber Zat Pembangun
- Untuk tumbuh menjadi besar dan tinggi.
c. Sumber Zat Pengatur
- Supaya bagian tubuh dapat melaksanakan tugasnya secara baik dan teratur.
AKIBAT KURANG MAKANAN BERGIZI
a. Daya tahan tubuh rendah (tidak ada benteng pertahanan tubuh).
b. Mudah terserang penyakit: diare, demam, flu, typus, demam berdarah, dll.
c. Tidak bisa beraktivitas: sekolah, bermain, rekreasi, dll.

TANDA-TANDA ANAK KURANG MAKANAN BERGIZI
a. Mata berkunang-kunang.
b. Pucat.
c. Lemah.
d. Lesu.
e. Gampang ngantuk.

Leaflet Thypoid

Posted By Revolusi Pendidikan On 10:36 PM 0 comments
Bagi anda seorang mahasiswa perawat, tugas membuat leaflet memang menjadi bagian sehari-hari, berikut contoh leaflet tentang tyhpoid, bisa anda download disini
Klik Disini untuk download






Definisi & Tujuan P3K

Posted By Revolusi Pendidikan On 12:44 AM 0 comments
Pertolongan pertama yang diberikan kepada korban sebelum mendapat pertolongan dari tenaga medis /yang kompeten
Tujuan P3K:
Dikenal dengan istilah 3 P:
Preserve - Menyelamatkan Prevent - Mencegah Promote - Mempercepat

Preserve Life / Menyelamatkan hidup
Lakukan pemeriksaan awal dengan Prinsip DRABC
D = Danger / Bahaya: Penolong, orang sekitar dan korban
R = Respon : Menggoyang-goyangkan tubuh korban
atau berteriak memanggil
Preserve Life / Menyelamatkan hidup (lanjutan)
Jika tidak ada respon lanjutkan langkah berikut:
A = Airway / Jalan Napas: Buka dan pertahankan
B = Breathing / Napas: lihat/dengar/rasa selama 5 detik
C = Circulation / Sirkulasi Darah
Periksa nadi Carotis selama 10 detik dan kontrol perdarahan

Prevent = Mencegah keadaan yang lebih buruk
@ Membuat diagnosa yang diderita korban
@ Jika korban lebih dari satu beri pertolongan sesuai dengan prioritas
@ Selalu ingat ada kemungkinan korban menderita injury sekunder
Promote Recovery = Mempercepat kesembuhan

{ SikapTenang dan rasa percaya diri
{ Mencari pertolongan yang tepat
{ Jujur menjawab pertanyaan
{ Jangan tinggalkan korban sendiri
{ Jangan memberi apapun melalui mulut

Sumber : Catatan Kuliah

Gejala Umum Abuse

Posted By Revolusi Pendidikan On 11:48 PM 0 comments
1. Pengertian dan Definisi
Abuse adalah perilaku yang dirancang untuk mengendalikan dan menaklukkan manusia yang lain melalui penggunaan ketakutan, penghinaan, dan lisan atau fisik (http://www.hc-sc.gc.ca/hppb/familyviolence/html/fvemotion_e.html).
Kata kekerasan merupakan terjemahan dari kata violence, artinya suatu serangan terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Kekerasan di sini mulai dari kekerasan fisik seperti perkosaan, pemukulan, sampai dengan kekerasan dalam bentuk yang lebih halus, seperti pelecehan seksual dan penciptaan ketergantungan. Kekerasan tidak hanya menyangkut siksaan fisik belaka, tapi juga meliputi perkataan, sikap, dan berbagai hal atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik, mental, sosial atau lingkungan, dan atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh. Bentuk kekerasan tidak hanya yang mengandung aspek fisik, tapi juga aspek psikologis yang meliputi perkataan dan sikap (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/19/muda/755287.htm).

2. Gejala Umum
1. Kekambuhan atas rekoleksi penyalahgunaan
2. Meningkat dalam perilaku agresif ke arah orang dewasa
3. Takut, marah, tekanan, sifat lekas marah, kecemasan, kelesuan atau diganggu tidur.
4. Hilangnya kekuatan dan mengagumi diri sendiri. Mengijinkanorang lain mengambil keuntungan dari mereka
5. Perasaan yang dicampur ke arah pelaku
6. Penampilan perilaku pemungutan ( thumb-sucking, pembicaraan bayi, ngompol)
7. Anak-Anak yang telah disalah-gunakan menggambarkan
o suatu gambaran diri lemah
o ketidak-mampuan untuk percaya atau mencintai orang lain
o agresif, mengganggu
o marah dan mengamuk
o self-destructive
o self-injury
o pemikiran mengenai bunuh diri
o pasif atau menarik diri
o ketakutan
o kegagalan atau permasalahan sekolah
o merasakan kesedihan atau gejala tekanan lain
o kilas balik, mimpi buruk
o penyalahgunaan obat/racun
o penyalahgunaan alcohol